|
|
|
|
Home > berita & peristiwa
> Warta PLN
|
| |
|
|
| |
|
| :: Dari Media |
Rabu, 17 Februari 2010 Tambah Pasokan, Listrik Singbebas Aman
SINGKAWANG. Wilayah Singbebas (Singkawang-Bengkayang-Sambas) akhirnya terbebas dari pemadaman listrik. PLN Wilayah Kalbar akan mentransfer energi sebesar 150 KV. Jika tidak ada halangan proses transfer tersebut akan selesai Selasa (besok, red).
“Dengan adanya pasokan energi ini dapat mengatasi masalah pemadaman listrik di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas,” kata Manager Prokitring, Ir R Lubis didampingi Manajer Sektor Kapuas, Idaman dan Kepala PLN Cabang Singkawang H Ismail.
Menurut Lubis, tenaga 150 KV ini merupakan tegangan yang mengeluarkan pasokan sistem dari Pontianak ke Singkawang dan sampai sekarang belum terealisasi karena transmisinya yang belum selesai.
“Pengerjaannya memang memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih lima tahun. Tapi jika sudah terealisasi maka tidak hanya Singkawang saja, tapi Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang akan terbantu,” ucapnya.
Sebelumnya, cadangan kondisi daya yang dimiliki PLN Kota Pontianak masih belum dapat membantu kawasan Pantai Utara karena masih mencakup hingga wilayah Mempawah dan Sei Duri.
“Daya yang dimiliki hanya 130 MW sedangkan beban tertinggi 120 MW, memang ada lebih 10 MW tapi tidak dapat membantu kondisi Kota Singkawang yang mengalami defisit tegangan selain itu transmisinya juga belum jadi,” terang Idaman.
Apabila transfer energi ini terealisasi, lanjut lubis maka gangguan listrik akan lebih kecil karena ketinggian tegangan mencapai 32 meter dan daya hantar juga bisa dilakukan secara maksimal walaupun hingga 100 MW sekalipun. Selain itu PLN juga sudah mempersiapkan rental sebesar 30 ribu watt rencananya awal April ini sudah terealisasi.
Namun, jika memang sistem ini bisa terhubung dengan baik maka Lubis berharap peran masyarakat untuk dapat saling membantu. Ada tiga hal yang penting antara lain masyarakat diharapkan tidak memanjat tower, jalur yang dibebaskan supaya tidak ditanami pohon dengan ketinggian lebih dari 3 meter dan paling penting yaitu tidak bermain laying-layang menggunakan kawat.
“Kawat layangan juga menjadi penyebab keterlambatan proses ini karena banyak kawat layang-layang yang menyangkut di tegangan,” ungkapnya.
Selain itu Lubis juga menjelaskan tentang rencana PLTU di Riam Merasap Sanggau Ledo yang hingga kini belum dilaksanakan.
Menurutnya, proyek yang mulai dikerjakan 2007 lalu ini terhambat dikarenakan banyak kendala di lapangan di antaranya kondisi tanah yang bebatuan sehingga sulit melakukan proses penggalian, kemudian di kawasan tersebut juga sering banjir.
“Tapi dalam waktu dekat, proyek yang akan memiliki tenaga sebesar 750 KW akan segera diselesaikan untuk membantu masalah listrik di wilayah Sanggau Ledo dan sekitarnya,” Pungkas Lubis mengakhiri. (ova)
Sumber : HARIAN EQUATOR
|
|
|
|